Tulisan Berjalan

Selamat Datang di Blog Cahaya Dhuafa. Hal terkait Kami semua ada disini. Terima Kasih.

Welcome to My Blog

Rabu, 18 April 2012

Yayasan Cahaya Dhuafa, sekolah, mengaji dan wira usaha


Berawal dari seorang guru

Juni 2007, berawal dari perbincangan di rumah H. Mabrur Lc, M.Ag di kawasan Griya Melati Bubulak Bogor Barat. Seorang guru kelas 6 sebuah SD negeri di bilangan kampung Babakan Bubulak, menceritakan kesulitan sebagian anak didiknya yang belum memiliki uang untuk melanjutkan sekolah. Padahal prestasi mereka cukup bagus. Biasanya, Pak H. Mabrur dan beberapa rekannya mengkoordinasi pencarian dana atau kemudahan dalam memasuki SMP yang di tuju.

Kebetulan datang lah Pak Arfan untuk bersilaturahim. Selanjutnya obrolan dilanjutkan dengan tema bagaimana menanggulangi siswa dhuafa yang mau sekolah setelah lulus SD namun tidak mempunyai biaya. Tercetuslah ide dari pak Arfan untuk mendirikan SMP Terbuka. Hal ini diyakini menjadi solusi permasalahan tersebut. Mengingat program SMP Terbuka adalah program yang menggratiskan seluruh biaya operasional bagi siswa.

Guru SD tersebut juga memberitahukan bahwa ada beberapa siswanya yang belum melanjutkan atau putus sekolah. Kemudian wacana ini bergulir seiring dengan tuntutan mencari informasi mengenai kemungkinan dibuatnya SMP Terbuka di kawasan kelurahan Bubulak.

SMP Terbuka, pendidikan untuk dhuafa

Selanjutnya pencarian informasi bermuara pada adanya kesempatan membuka SMP Terbuka Mandiri melalui Sekolah Rakyat yang telah bekerjasama dengan DEPDIKNAS. Pak Arfan menemui Pak Munawar S.Ag sebagai koordinator Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor untuk menerima penjelasan mengenai SMP Terbuka TKB Mandiri.

Hasil dari pertemuan tersebut mensyaratkan 3 komponen penting pembukaan SMP Terbuka TKB Mandiri yaitu ; ada guru minimal 3 orang, ada tempat belajar dan ada calon siswa minimal 20 orang. Langkah berikutnya Pak arfan dan H Mabrur menemui Pak Haryadi sebagai salah satu pemuda di Bubulak untuk membicarakan pendirian SMP terbuka mandiri ini. Kemudian di usulkanlah Majelis Taklim Jamiatul Khoirot Pimpinan Ustadzah Hj Onih dan H. Amsir Gang Bengkong Bubulak sebagai tempat kegiatan belajarnya.

Beberapa kali rapat pembentukan panitia kecil, menghasilkan beberapa guru dan mahasiswa mau membantu kegiatan tersebut. Diantaranya, Bu Fitriyani, Bu Wiwik, Pak Firman, Pak Budi, Bu Onayah, Bu Ahdiani. Saat rapat tersebut, Pak Arfan di daulat menjadi ketua Pengelola. Dengan nama TKBM


Maka dimulai proses sosialisasi dan pendaftaran siswa baru TKB Mandiri Cahaya. Diantaranya dengan menyebar pamflet SMP Terbuka sebagai sekolah alternatif yang gratis. Penyebaran dilakukan di kawasan Bubulak dan sekitarnya melalui masjid, Mushalla , Majelis taklim sampai RT dan RW hingga kelurahan. Walaupun sempat khawatir karena menjelang hari pembukaan yang daftar hanya 2 orang, akhirnya dengan izin Allah hari Senin tanggal 16 Juli 2007 terkumpulah 26 orang siswa.

Sementara kegiatan belajar berlangsung, Pak Arfan ber audiensi dengan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bogor yaitu Bapak Najamudin, M.Pd.I. Koordinasi kepada wakil rakyat tersebut dilakukan untuk mendorong kebersamaan antara masyarakat, Dewan dan Pemkot Kota Bogor terutama Dinas Pendidikan dalam menuntaskan Wajib Belajar melalui SMP Terbuka. Dengan di dorong juga oleh motivasi dari Pak Jajat Sudrajat salah satu anggota Dewan Kota Bogor , Pak arfan menemui Bu Yayah dan Pak Aim dari Diknas Kota Bogor.

Selanjutnya dengan arahan dari Diknas Kota Bogor, menemui Pak Abdilah sebagai Kepala Sekolah SMP Terbuka 14 Bogor Barat. Pada Prinsipnya fihak SMPN 14 menerima keberadaan TKB Mandiri Cahaya Kota Bogor, dengan saling menjaga kebersamaan dan kesatuan dalam pengelolaan SMP Terbuka tersebut. Proses pengindukan ini dibantu oleh Pak Ai dan Pak Dani sebagai staf Guru SMPN 14 Kota Bogor.

Dimulailah pembelajaran SMP Terbuka TKB Mandiri Cahaya kota Bogor dengan Induk SMPN 14 Kota Bogor. Siswa diajak ke SMPN 14 untuk mendengarkan pengarahan dari Kepala Sekolah SMP Terbuka 14 Bogor Barat. Modul untuk pegangan guru juga di distribusikan ke guru TKBM Cahaya, sedangkan untuk siswa karena terbatas tidak diberikan. Selama menginduk di SMPN 14 TKBM Cahaya juga mendapat Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) dan Bantuan Beasiswa Murid SMP Terbuka.

Sekolah , kerjasama banyak fihak

Selama kegiatan belajar, Guru dan Penasehat TKBM mensosialisasikan keberadaan TKBM Cahaya ke masyarakat. Setelah itu, datang Bantuan dari PT FIF tahap pertama melalui Pak Irfandi yaitu pemberian sarana belajar berupa Buku, Seragam, dan perlengkapan sekolah. Pada akhir tahun ajaran yaitu menjelang Agustus 2008, SMPN 14 tidak menerima siswa kelas 7 lagi, karena proses Sekolah Standar Nasional. Dianjurkan TKBM Cahaya pindah Induk

Dengan koordinasi Pak Ari dari Diknas Bogor, ditunjuklah SMPN 16 Terbuka Tanah Sareal sebagai Induk yang Baru.. TKBM Cahaya sangat di respon oleh Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Bogor yaitu Pak Rokhmat M.Pd. Pengaturan selanjutnya diserahkan ke Pak Kendar dan Bu Diah staf Pendidikan yang membidangi SMP Terbuka Tanah sareal. Jumlah siswa kelas 7 yang baru adalah 45 orang sehingga jumlah total siswa TKBM Cahaya tahun ajaran 2008/2009 adalah 72 Siswa. Seperti di Induk SMPN 14, TKBM Cahaya menerima bantuan BOS dan BKM seperti biasa.

Yayasan, dinamisasi kegiatan

. Tanggal 8 Juni 2009 Akta Notaris Yayasan Cahaya Dhuafa telah didapat. Sebagai langkah selanjutnya memeperlancar program pendidikan. Siswa kelas tujuh angkatan 2009/2010 berjumlah 21 orang. Jumlah Total siswa mencapai 88 Orang.

Pada perjalanan selanjutnya yayasan Cahaya Dhuafa memfokuskan diri pada Pendiddikan, ekonomi dan keagamaan kaum dhuafa. Seiring dengan dibentuknya berbagai urusan diantaranya urusan usaha, urusan pendidikan dan urusan dakwah.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar